Kearifan Lokal Minangkabau
Eksplorasi kumpulan Kato Mamangan dan Pepatah Petitih warisan luhur Minangkabau.
aaa
"aaa"
aaa
Daftar Pepatah Petitih
Rancak di raso
"Bagus di rasa."
Menjaga keindahan akhlak, kepekaan nurani, dan kehalusan budi pekerti di dalam lubuk hati.
Jan tinggi hati
"Jangan tinggi hati."
Larangan bersikap sombong, takabur, atau memandang rendah orang lain atas kelebihan yang dimiliki.
Jan randah diri
"Jangan rendah diri."
Larangan merasa minder atau berkecil hati, melainkan harus tetap percaya diri dan menjaga martabat pribadi.
Urang baik dipakai
"Orang baik dipakai."
Mengutamakan orang yang berakhlak mulia dan berintegritas untuk dijadikan teladan, kawan, atau pemimpin.
Urang jahat dijauhi
"Orang jahat dijauhi."
Menjaga jarak dari pribadi yang berperangai buruk agar tidak terpengaruh atau terkena dampak keburukannya.
Baik dibalas baik
"Baik dibalas baik."
Kebaikan dan budi pekerti luhur hendaknya dibalas dengan kebajikan dan penghargaan yang setimpal.
Buruk dibalas hukum
"Buruk dibalas hukum."
Setiap kejahatan, kecurangan, atau pelanggaran norma harus diselesaikan melalui penegakan aturan hukum yang adil.
Jago kato, jago laku
"Jaga kata, jaga laku (perbuatan)."
Disiplin diri untuk senantiasa mengontrol tutur lisan agar santun dan menjaga tingkah laku agar tetap beradab.
Jan manyakiti hati
"Jangan menyakiti hati."
Larangan bertindak atau berucap kasar yang dapat menyinggung perasaan dan melukai batin sesama.
Jan mambuek malu
"Jangan membuat malu."
Larangan melakukan perbuatan tercela yang dapat mencoreng martabat diri sendiri maupun kehormatan keluarga.
Jan mambuek rusak
"Jangan membuat rusak."
Larangan merusak ketenteraman sosial, tatanan lingkungan hidup, dan fasilitas bersama di tengah masyarakat.
Jan mancari salah
"Jangan mencari salah."
Larangan gemar mencari-cari kelemahan, aib, atau kesalahan orang lain (tajassus).