Kearifan Lokal Minangkabau
Eksplorasi kumpulan Kato Mamangan dan Pepatah Petitih warisan luhur Minangkabau.
aaa
"a"
a
Daftar Kato Mamangan
Nan tuo dihormati, nan ketek disayangi
"Yang tua dihormati, yang kecil disayangi"
Menjaga etika relasi sosial: menghormati orang yang lebih tua dan mengasihi yang lebih muda.
Nan bana tagak, nan salah dibetuli
"Yang benar tegak, yang salah dibetulkan"
Menegakkan kebenaran secara konsisten dan membenahi kesalahan dengan adil.
Kato nan ampek dipakai
"Kata yang empat dipakai"
Menerapkan 4 tata krama berkomunikasi Minang (Mandaki, Manurun, Mandata, Malereang) sesuai lawan bicara.
Raso nan dalam dipikiri
"Rasa yang dalam dipikirkan"
Menggunakan kepekaan rasa (empati) dan pertimbangan akal budi yang mendalam sebelum bertindak/berucap.
Adat indak lapuak dek hujan
"Adat tidak lapuk oleh hujan"
Nilai-nilai adat yang hakiki kekal, abadi, dan tidak luntur oleh pergeseran zaman atau cuaca politik.
Indak lakang dek paneh
"Tidak lekang oleh panas"
Nan elok dipakai, nan buruak dibuang
"Yang baik dipakai, yang buruk dibuang"
Sikap selektif dan bijak: mengambil nilai-nilai yang baik dan membuang yang buruk/merugikan.
Urang tahu di nan patuik
"Orang tahu pada yang patut"
Manusia yang beradab adalah orang yang paham kepantasan, etika, dan kelayakan bertindak.
Tahu di nan pantang
"Tahu pada yang pantang (terlarang)"
Memahami batas moral, tabu, dan larangan agar tidak merusak nama baik diri serta kaum.
Malu jo sopan pakaian diri
"Malu dan sopan pakaian diri"
Rasa malu berbuat salah serta sikap sopan santun adalah perhiasan moral utama seseorang.
Adat dijunjuang tinggi
"Adat dijunjung tinggi"
Senantiasa menjunjung, menghormati, dan melestarikan tatanan adat luhur kaum.
Limbago dituang adat diisi
"Lembaga dituang adat diisi"
Melaksanakan seluruh kewajiban moral, hukum adat, dan kebiasaan lembaga secara tuntas.